Apa Itu Influenza A? Gejala dan Bedanya dengan Flu Biasa

by -65 Views

Gejala seperti batuk, pilek, sakit kepala, dan tubuh lemas tidak selalu menandakan flu biasa. Influenza A, salah satu jenis virus influenza, dapat menimbulkan penyakit pernapasan dengan gejala yang muncul mendadak dan dalam beberapa kasus berkembang menjadi kondisi serius.

Influenza A dan pola gejalanya

Influenza merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga paru-paru. Influenza A adalah salah satu jenis virus penyebab penyakit tersebut. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejalanya dapat berkisar dari ringan hingga berat.

Berbeda dari keluhan yang muncul perlahan, influenza umumnya ditandai oleh gejala yang datang secara tiba-tiba. Penderitanya dapat mengalami demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami influenza akan mengalami demam.

Serangan gejala yang cepat dapat membuat seseorang yang sebelumnya masih beraktivitas normal tiba-tiba merasa sangat tidak enak badan. Demam, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kelelahan bisa muncul dalam waktu berdekatan sehingga influenza terasa lebih berat dibandingkan keluhan pilek pada umumnya.

Perbedaan dengan flu biasa

Istilah “flu biasa” yang digunakan sehari-hari sering kali merujuk pada pilek atau common cold. Influenza, termasuk influenza A, merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Keduanya dapat menimbulkan batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, tetapi pola kemunculan dan tingkat gejalanya tidak selalu sama.

CDC mencatat, gejala common cold biasanya berkembang secara bertahap. Sebaliknya, influenza cenderung dimulai secara mendadak. Demam juga relatif jarang pada pilek, sementara kondisi tersebut lebih umum pada influenza. Batuk akibat influenza pun dapat terasa lebih berat dibandingkan batuk yang menyertai common cold.

Sebagian besar penderita influenza pulih dalam beberapa hari hingga kurang dari dua minggu. Namun, penyakit ini tetap dapat menimbulkan komplikasi, antara lain pneumonia, infeksi sinus, dan infeksi telinga. Komplikasi yang lebih serius juga mungkin terjadi pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Kelompok berisiko dan tanda bahaya

Influenza dapat menyerang siapa saja, tetapi risiko komplikasi serius lebih tinggi pada orang berusia 65 tahun ke atas, penderita penyakit kronis seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung, ibu hamil, serta anak-anak berusia di bawah lima tahun. Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan pada anak berusia di bawah dua tahun.

CDC menyarankan pertolongan medis segera bagi orang dewasa yang mengalami kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada atau perut, pusing, kejang, tidak buang air kecil, nyeri otot berat, atau kelelahan yang sangat terasa. Demam maupun batuk yang sempat membaik lalu kembali atau memburuk juga termasuk tanda yang perlu mendapat perhatian.

Memahami perbedaan antara influenza dan pilek membantu mengenali perubahan kondisi tubuh. Kewaspadaan menjadi semakin penting ketika gejala muncul tiba-tiba, semakin berat, atau dialami oleh orang yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.

Source link