Suara sendiri yang terdengar dari rekaman atau pesan suara sering terasa lebih tipis, tinggi, atau asing dibandingkan suara yang terdengar saat kita berbicara. Perbedaan itu bukan berarti mikrofon merekam secara keliru. Penyebabnya adalah kita mendengar suara sendiri melalui jalur yang tidak dialami orang lain.
Menurut penjelasan Scientific American yang dilansir pada 25 September, suara manusia mencapai telinga melalui dua mekanisme, yakni konduksi udara (air conduction) dan konduksi tulang (bone conduction). Ketika seseorang berbicara, kedua jalur tersebut bekerja secara bersamaan.
Dua jalur yang membuat suara terdengar berbeda
Pada konduksi udara, gelombang suara bergerak melalui udara, masuk ke saluran telinga, menggetarkan gendang telinga, lalu diteruskan ke bagian dalam telinga. Jalur inilah yang terutama ditangkap oleh mikrofon ketika seseorang merekam suara.
Sementara itu, konduksi tulang terjadi ketika getaran suara merambat melalui jaringan dan tulang kepala menuju telinga bagian dalam. Getaran tersebut ikut membentuk suara yang kita dengar saat berbicara, meskipun tidak berasal dari suara yang bergerak melalui udara di sekitar kita.
Gabungan kedua jalur itu membuat suara sendiri terdengar lebih penuh ketika kita berbicara. Penelitian mengenai persepsi suara menunjukkan bahwa konduksi tulang cenderung memperkuat komponen frekuensi rendah. Akibatnya, suara yang terdengar dari dalam kepala dapat terasa lebih berat atau lebih dalam dibandingkan suara yang kemudian muncul dari rekaman.
Rekaman lebih dekat dengan suara yang didengar orang lain
Orang lain tidak mendengar suara kita melalui getaran tulang kepala mereka sendiri. Mereka terutama menerima suara yang merambat melalui udara. Karena itu, suara dalam rekaman umumnya lebih mendekati suara yang didengar orang lain saat kita berbicara.
Namun, rekaman tidak selalu menjadi gambaran yang sepenuhnya identik. Hasil akhirnya dapat dipengaruhi oleh mikrofon, jarak mulut dari mikrofon, kondisi ruangan, speaker yang digunakan untuk memutar rekaman, kualitas audio, hingga kompresi suara.
Perbedaan antara suara yang biasa kita dengar dan suara rekaman juga berkaitan dengan cara otak membangun pengenalan terhadap suara sendiri. Setiap kali berbicara, kita menerima suara melalui kombinasi konduksi udara dan konduksi tulang. Pengalaman yang berulang itu membuat otak memiliki acuan mengenai seperti apa suara kita seharusnya terdengar.
Ketika rekaman diputar, acuan tersebut tidak sepenuhnya cocok dengan suara yang diterima telinga. Komponen yang biasanya datang melalui tulang kepala tidak ikut terdengar, sehingga suara itu terasa janggal atau seperti milik orang lain. Jadi, yang berubah bukan suara kita secara tiba-tiba, melainkan jalur penerimaan suara tersebut.
Perasaan asing saat mendengar voice note dengan demikian merupakan hal yang berkaitan dengan persepsi. Kita sedang mendengar suara sendiri melalui cara yang selama ini lebih sering dialami orang lain.
