Berapa kali Anda membuka ponsel dalam sehari? Sebagian orang mungkin dapat memperkirakan jumlahnya, tetapi kebiasaan mengecek pesan, media sosial, atau notifikasi sering berlangsung begitu otomatis hingga sulit diingat. Studi terhadap mahasiswa di Singapura menemukan bahwa smartphone digunakan rata-rata 118,2 kali per hari.
Angka tersebut berasal dari penelitian yang melacak aktivitas perangkat secara objektif. Studi “24-h smartphone usage patterns” itu dilakukan terhadap 100 mahasiswa di Singapura dan dikutip Nature melalui Scientific Reports pada 21 September. Meski kerap disebut sebagai frekuensi pengecekan ponsel, angka 118,2 kali merupakan hasil pengukuran penggunaan smartphone berdasarkan metode yang digunakan peneliti.
Penggunaan lebih sering pada hari kerja
Frekuensi penggunaan dalam penelitian tersebut tidak sama setiap hari. Pada hari kerja, rata-ratanya mencapai 124,7 kali. Jumlah itu turun menjadi sekitar 102,7 kali pada akhir pekan.
Perbedaan tersebut menggambarkan perilaku kelompok yang diteliti, bukan patokan bagi seluruh pengguna ponsel. Usia, rutinitas, jenis kegiatan, serta kebiasaan masing-masing orang dapat memengaruhi seberapa sering perangkat dibuka. Karena penelitian hanya melibatkan mahasiswa di Singapura, hasilnya tidak dapat langsung dianggap sebagai rata-rata pengguna smartphone di dunia.
Perbedaan angka dalam berbagai penelitian juga dapat muncul karena cara pengukuran yang tidak sama. Sebagian riset mengandalkan ingatan atau laporan dari pengguna, sementara studi ini mencatat aktivitas langsung dari perangkat. Pengukuran berbasis perangkat dinilai dapat menggambarkan pola penggunaan dengan lebih akurat, terutama untuk kebiasaan membuka ponsel sebentar tetapi berulang kali.
Dengan metode tersebut, peneliti dapat menangkap aktivitas singkat yang mungkin tidak diingat oleh pengguna. Seseorang bisa saja merasa hanya sesekali memeriksa ponsel, padahal ia berulang kali membukanya untuk melihat notifikasi, membalas pesan, atau berpindah sebentar ke aplikasi lain.
Malam menjadi waktu paling aktif
Aktivitas smartphone dalam penelitian itu juga tidak tersebar merata sepanjang hari. Penggunaan tercatat paling tinggi pada malam hari, terutama sekitar pukul 18.00 hingga 23.00.
Rentang waktu tersebut bertepatan dengan berakhirnya kegiatan kerja atau kuliah. Pada saat itu, ponsel digunakan untuk hiburan atau mengisi waktu luang. Temuan ini tetap perlu dibaca sesuai konteks penelitian, karena pola mahasiswa di Singapura belum tentu sama dengan kebiasaan kelompok usia dan wilayah lain.
Bagi pengguna yang ingin mengetahui kebiasaannya sendiri, langkah paling sederhana adalah memeriksa laporan penggunaan pada perangkat. Pemilik iPhone dapat melihatnya melalui fitur Screen Time, sedangkan pengguna Android dapat memanfaatkan Digital Wellbeing.
Laporan tersebut membantu memperlihatkan seberapa sering ponsel digunakan dan bagaimana kebiasaan itu berlangsung sepanjang hari. Dengan memeriksa jejak penggunaan secara langsung, seseorang dapat membandingkan antara perkiraannya sendiri dan aktivitas yang benar-benar tercatat di perangkat.
