Secangkir kopi setelah tidur hanya empat atau lima jam mungkin membuat seseorang merasa lebih siap menjalani aktivitas. Namun, rasa kantuk yang berkurang tidak berarti kebutuhan tidur telah terpenuhi. Kafein membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara, sedangkan tidur tetap diperlukan tubuh dan otak untuk menjalankan berbagai proses pemulihan.
Informasi mengenai peran kafein dan kebutuhan tidur ini dilansir dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) pada 18 September. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda sehingga kopi tidak dapat diposisikan sebagai pengganti waktu tidur.
Kafein Menahan Kantuk, Bukan Menghapus Dampak Kurang Tidur
Kafein merupakan stimulan yang dapat meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan. Salah satu caranya bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa yang berperan dalam memunculkan rasa kantuk.
Itulah sebabnya seseorang dapat merasa lebih alert setelah minum kopi, meski sebelumnya tidak tidur cukup. Kafein menahan sinyal kantuk, tetapi tidak mengembalikan waktu istirahat yang hilang. Tubuh tetap belum memperoleh manfaat tidur yang seharusnya, meskipun seseorang merasa mampu melanjutkan kegiatan seperti biasa.
Tidur berperan dalam sejumlah fungsi penting, termasuk kerja otak, konsentrasi, daya ingat, suasana hati, dan pemulihan tubuh. Ketika durasi tidur berkurang, fungsi-fungsi tersebut dapat ikut terdampak. Karena itu, merasa lebih terjaga setelah minum kopi tidak dapat dijadikan tanda bahwa tubuh sudah pulih dari kurang tidur.
Waktu Minum Kopi Perlu Diperhatikan
Kafein tidak langsung hilang dari tubuh setelah kopi diminum. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap atau menurunkan kualitas tidurnya. Dampaknya, durasi tidur pada malam berikutnya bisa kembali berkurang.
Kondisi tersebut dapat membentuk siklus: kurang tidur mendorong seseorang minum kopi, kafein membuat tubuh lebih terjaga, lalu konsumsi yang terlalu dekat dengan waktu tidur menyulitkan istirahat berikutnya. Siklus ini tidak otomatis dialami semua orang karena sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda. Meski demikian, waktu konsumsi tetap penting diperhatikan, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
Orang Dewasa Dianjurkan Tidur Sedikitnya Tujuh Jam
Rekomendasi umum untuk orang dewasa adalah tidur setidaknya tujuh jam setiap malam secara rutin. Dengan patokan itu, tidur selama empat atau lima jam lalu mengandalkan kopi untuk beraktivitas tetap berarti tubuh belum memperoleh waktu istirahat yang cukup.
Kopi tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas, tetapi penggunaannya perlu dikelola. Takaran, waktu minum, dan alasan mengonsumsi kafein perlu diperhatikan agar kopi tidak dijadikan cara utama untuk mengatasi kekurangan tidur. Secangkir kopi mungkin membantu seseorang merasa lebih siap dalam jangka pendek, tetapi pemenuhan kebutuhan istirahat tetap bergantung pada tidur yang cukup.
