Klaim Backup Dapur MBG di Parungkuda: Dugaan Intimidasi Wartawan

by -26 Views

Dunia jurnalistik di Sukabumi diuji lagi dengan adanya kasus intimidasi terhadap awak redaksi setelah pemberitaan tentang dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SDN di Kecamatan Parungkuda, kabupaten Sukabumi. Polemik seputar dapur MBG yang sebelumnya diselesaikan dengan klarifikasi dari pihak yayasan, namun, beberapa hari kemudian muncul rekaman pesan suara yang mengancam salah satu awak redaksi. Pernyataan yang menyebutkan backing up dapur MBG dan ancaman dari oknum yang mengaku wartawan dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik.

Redaksi menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak yayasan sudah selesai sebelum voice note tersebar, namun ancaman dari luar yang mengatasnamakan profesi wartawan menimbulkan tanda tanya besar. Dalam wacana hukum, tindakan intimidasi terhadap jurnalis dianggap menghalangi kerja pers yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi siap mengambil langkah resmi dengan mengirimkan laporan pengaduan kepada Badan Gizi Nasional dan Dewan Pers, serta mempertimbangkan langkah hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, redaksi menekankan bahwa pemberitaan terkait dapur MBG bukan penolakan terhadap program pemerintah, melainkan sebagai kontrol sosial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas program yang berkaitan dengan kepentingan publik. Redaksi juga mengingatkan pentingnya pengawasan transparan terhadap anggaran yang dialokasikan untuk program MBG guna mencegah adanya penyalahgunaan dan menjaga kepercayaan publik.

Sikap tegas redaksi menolak segala bentuk intimidasi, menjaga profesionalitas dalam pemberitaan, siap untuk menempuh langkah administratif maupun hukum jika diperlukan, dan tetap mendukung program pemerintah melalui kontrol sosial yang objektif. Hingga saat ini, pihak yang diduga mengirimkan voice note belum memberikan klarifikasi resmi, dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah ada tanggapan dari pihak terkait.

Source link