Pada awal tahun 2026, terjadi berbagai dinamika dalam perkembangan ekonomi Provinsi Papua Barat Daya. Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya perubahan dalam sejumlah indikator utama seperti inflasi, nilai tukar petani, perdagangan luar negeri, pariwisata, dan transportasi udara dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Papua Barat Daya pada Februari 2026 mencapai 107,21. Meskipun terjadi deflasi bulanan sebesar 0,57 persen, inflasi tahunan sebesar 4,16 persen, dan deflasi tahun kalender sebesar 0,38 persen. Dari tiga kota IHK di Papua Barat Daya, satu kota mengalami inflasi bulanan sementara dua kota mengalami deflasi. Secara keseluruhan, seluruh kota IHK mencatatkan inflasi secara tahunan.
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) turun menjadi 99,62 pada Februari 2026. Selain itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami penurunan. Secara regional, Papua Barat Daya menempati peringkat ke-11 dari 14 provinsi di wilayah Sulawesi–Maluku–Papua (Sulampua).
Nilai ekspor Papua Barat Daya menurun sebesar 30,93 persen menjadi US$1,72 juta pada Januari 2026, dengan komoditas ekspor terbesar adalah ikan dan udang. Negara tujuan ekspor terbesar adalah Jepang. Sementara itu, impor pada bulan yang sama sebesar US$0,57 juta dan seluruhnya berasal dari Tiongkok.
Di sektor pariwisata, jumlah perjalanan Wisatawan Nusantara (Wisnus) asal dan menuju Papua Barat Daya turun. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel juga mengalami penurunan. Sedangkan dalam sektor transportasi udara, jumlah penerbangan, penumpang, dan volume barang yang diangkut mengalami penurunan.
Meskipun terjadi perlambatan pada beberapa sektor seperti perdagangan luar negeri dan transportasi udara, inflasi tahunan masih terjaga dan aktivitas wisatawan domestik tetap stabil. Data BPS diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di Papua Barat Daya.





