Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, menegaskan bahwa Adies Kadir tetap menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) partai meskipun sudah dinonaktifkan dari anggota DPR. Menurutnya, masalah keanggotaan partai dan keanggotaan DPR merupakan dua hal yang berbeda. Dave mengatakan hal ini kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Meskipun demikian, Dave juga mengaku belum mengetahui mengenai usulan pengganti Adies sebagai pimpinan DPR dan menyarankan untuk langsung meminta informasi kepada pimpinan. Partai Golkar secara resmi menonaktifkan Adies Kadir dari anggota DPR RI Fraksi Golkar mulai Senin, 1 September 2025. Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. Dalam surat keputusan tersebut, Partai Golkar kembali menegaskan bahwa aspirasi rakyat tetap menjadi fokus utama perjuangan politik partai. Selain itu, pentingnya disiplin dan etika bagi seluruh anggota DPR RI dari Fraksi Golkar juga ditekankan. Partai Golkar menyatakan bahwa semua kiprah politiknya didasari oleh semangat kerakyatan dan cita-cita nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Golkar juga memberikan ungkapan duka cita atas meninggalnya beberapa warga negara Indonesia dalam beberapa peristiwa terkini. Partai ini menekankan akan terus memperkuat disiplin dan etika bagi anggota DPR RI dari Partai Golkar.
Golkar Tetap Menyebut Adies Kadir Sebagai Waketum Meski Dinonaktifkan





