Perfilman internasional semakin melirik keunikan tradisi lokal Indonesia untuk latar cerita yang menarik. Namun, film horor Taboo: The Silent Day dari Korea Selatan langsung memicu perbincangan hangat.
Rumah produksi Showbox mengangkat kisah sekelompok teman yang berlibur di Bali. Perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika tanpa sengaja memecahkan guci berisi arwah dendam pada Hari Nyepi.
Eksploitasi Keheningan Nyepi dalam Genre Horor
Sineas memanfaatkan konsep Catur Brata Penyepian, terutama keheningan mutlak dan pemadaman listrik, untuk menciptakan ketegangan dalam film horor. Larangan bepergian juga menciptakan situasi terisolasi yang menghadirkan ketegangan tanpa bantuan teknologi.
Pro dan Kontra: Peluang Promosi Budaya versus Desakralisasi Ritual
Ada pendukung yang melihat kolaborasi aktor lokal dan pemanfaatan lokasi syuting di Bali sebagai promosi budaya Indonesia yang efektif. Namun, ada juga kekhawatiran tentang representasi ritual Nyepi yang bisa disalahpahami dan merugikan maknanya.
Sebagai respons, penting bagi rumah produksi untuk melakukan riset mendalam dan berdialog dengan pemangku adat sebelum mengadaptasi nilai-nilai keagamaan dalam film. Kolaborasi lintas budaya seharusnya tidak mengorbankan nilai budaya lokal demi keuntungan komersial semata.
