Peningkatan Kasus Demam Berdarah di Bengkalis Memperihatinkan
RSUD Bengkalis mencatat peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengkhawatirkan sejak awal tahun hingga Juni 2026. Terutama dari data menunjukkan peningkatan signifikan sejak bulan Mei hingga Juni.
Siaga Penuh RSUD Bengkalis dalam Menghadapi Kasus DBD
RSUD Bengkalis telah memastikan seluruh layanan kesehatan dalam keadaan siaga menyusul lonjakan kasus DBD tersebut. Mereka mempersiapkan segala hal mulai dari obat-obatan, cairan infus, stok darah, ruang rawat inap, hingga tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan optimal kepada para pasien.
Direktur RSUD Bengkalis, dr. Azahari Effendy, melalui Kepala Bidang Pelayanan, Ns. Tino Suhendro, menyatakan bahwa langkah-langkah antisipasi telah dilakukan untuk menghadapi lonjakan kasus DBD tersebut.
Komitmen RSUD Bengkalis dalam Penanganan Kasus DBD
Tino menegaskan bahwa kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) terus ditingkatkan untuk memastikan kebutuhan pelayanan pasien, terutama ketersediaan darah untuk transfusi, dapat terpenuhi dengan baik.
RSUD Bengkalis juga melibatkan masyarakat dalam gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus sebagai upaya pencegahan penyebaran DBD. Melalui edukasi dan peran aktif masyarakat, diharapkan penyebaran penyakit ini dapat ditekan.
Dengan langkah-langkah preventif dan penanganan yang cepat, RSUD Bengkalis bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas serta mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menekan angka kasus DBD di wilayah tersebut.
Sumber Berita: RSUD Bengkalis





