Pengungkapan Kasus Narkotika Internasional di Meranti
Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti menjadi sorotan pada Sabtu (2/5/2026) saat jajaran Polda Riau dan Polres Kepulauan Meranti menggelar konferensi pers pengungkapan tindak pidana narkotika jaringan internasional dalam rangka Operasi Antik Lancang Kuning (LK) 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., dengan dihadiri oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira, S.I.K., M.H., Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, S.M., M.M., serta berbagai pihak terkait lainnya.
Penyelundupan Narkotika Skala Besar dari Malaysia
Konferensi pers ini bertujuan untuk memberikan transparansi kepada publik terkait keberhasilan aparat dalam menggagalkan penyelundupan narkotika skala besar asal Malaysia yang masuk melalui jalur perairan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Menurut Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi bangsa, terutama di wilayah Riau yang menjadi pintu masuk peredaran narkotika internasional melalui jalur laut.
Pengungkapan Kasus dan Selamatkan Ribuan Jiwa
Pengungkapan kasus dimulai dari informasi intelijen tentang penyelundupan narkoba dari Malaysia ke pesisir timur Sumatera melalui Perairan Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyuh. Setelah penyelidikan selama dua minggu, polisi berhasil mencegat speedboat mencurigakan dan dua pelaku berhasil diamankan.
Dari hasil penggeledahan, polisi menyita 27 paket sabu seberat total 27.000 gram serta 260 cartridge yang diduga mengandung zat terlarang.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini bukan hanya sebagai tindakan hukum, tetapi juga sebagai upaya penyelamatan bagi masyarakat dari bahaya narkotika.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, menambahkan bahwa kawasan Pantai Timur Sumatera masih rentan terhadap penyelundupan narkotika internasional, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat.
Penangkapan besar ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, sebagai bukti bahwa aparat mampu menembus jaringan besar internasional dalam upaya pemberantasan narkotika.





