Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Tbahaa, S.E, mewakili kapolda papua barat daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, S.IK, M.AP, memberikan penghormatan terakhir dengan melayat ke rumah duka mendiang Mama Paulina Kocu Murafer, ibunda dari Bupati Maybrat, Karel Murafer. Kehadiran Wakapolda menegaskan empati institusi Polri terhadap duka keluarga sekaligus menjadi simbol penghormatan atas sosok perempuan Papua yang dinilai penuh keteladanan. Setibanya di rumah duka, Wakapolda disambut langsung oleh Bupati Maybrat Karel Murafer bersama sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhumah.
Suasana haru menyelimuti prosesi penghormatan terakhir bagi Mama Paulina yang wafat pada Kamis pagi di usia 115 tahun. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan, bahwa kepergian Mama Paulina tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Bupati Maybrat, tetapi juga bagi masyarakat Papua Barat Daya yang mengenalnya sebagai pribadi sederhana, penuh kasih, dan kuat menjalani kehidupan.
Menurutnya, almarhumah merupakan figur perempuan Papua yang mampu menjaga nilai-nilai kehidupan hingga akhir hayat. Wakapolda juga menyoroti usia panjang yang dimiliki almarhumah sebagai perjalanan hidup yang sarat makna. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi duka. Rencana pemakaman akan dilaksanakan di kampung halaman almarhumah di Kabupaten Maybrat, dengan jenazah dijadwalkan diberangkatkan menggunakan maskapai Susi Air.
Di samping itu, sejumlah pejabat, termasuk Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, turut hadir dalam prosesi melayat. Kepergian Mama Paulina Kocu Murafer meninggalkan jejak mendalam sebagai sosok ibu, penjaga nilai adat, serta teladan bagi masyarakat Papua Barat Daya. Semua ini adalah ungkapan empati dan penghormatan atas kepergian sosok yang amat dihormati di komunitas Papua.





