Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menggarisbawahi pentingnya kader Partai Golkar mengisi kursi kabinet siapapun presidennya. Ia membandingkan Golkar dengan Teh Botol Sosro yang telah membangun merek sebagai minuman yang sesuai untuk berbagai jenis makanan. Menurut Bahlil, Golkar harus seperti Teh Sosro, dimana anggota kabinet dari Golkar tidak peduli siapa presidennya. Selain itu, Bahlil menjelaskan bahwa Golkar telah dibentuk sebagai instrumen politik untuk mendukung pemerintah, dengan tidak pernah ada ketua umum Golkar yang menjabat sebagai presiden atau wakil presiden. Golkar juga tidak mengenal budaya oposisi, dimana jika ketua umum Golkar ingin menjadi oposisi, itu tidak akan terjadi. Bahlil menegaskan keberadaan Golkar sebagai instrumen politik yang bertujuan mewujudkan cita-cita proklamasi yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.
Kenapa Menteri Jokowi Harus dari Golkar? | Analisis SEO Terbaik





