Transforming Our Children’s Future: People’s School Success Without Costs

by -135 Views

Saat ini, setiap pagi Juwita merasa lega. Dia tidak lagi khawatir tentang membayar seragam sekolah, buku teks, atau bahkan makanan harian untuk putranya, Fachri. Sejak peluncuran program Sekolah Rakyat pada tahun akademik 2025-2026, beban finansial yang dulu sangat membebani dirinya mulai terangkat.

“Dengan tulus saya berterima kasih. Putra saya menjadi lebih rajin, dan sekarang dia berbicara kepada kami, orang tua, dengan lebih menghormati. Ini membuat saya tersentuh – dia juga menjadi lebih mandiri. Di rumah, biasanya saya mencuci pakaiannya, tetapi di sini, dia melakukannya sendiri,” Juwita berbagi selama kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta pada hari Senin (4 Agustus).

Fachri telah tinggal di asrama selama hampir sebulan. Perubahan yang ditunjukkannya bukan hanya tentang kemandirian, tetapi juga rutinitas harian yang lebih sehat. “Di sini, vitaminnya diurus, makanannya terjamin. Saya sangat berterima kasih kepada Presiden,” katanya. “Putra saya sekarang lebih bahagia, dan dia jauh lebih antusias,” tambahnya.

Dian, seorang orang tua lain yang anaknya Aditya menghadiri sekolah yang sama, menyatakan rasa syukurnya yang sama. Bagi Dian, Sekolah Rakyat merupakan jawaban doanya – agar anaknya belajar disiplin dan keluarganya mendapatkan keringanan finansial.

“Saya sangat bahagia. Saya pikir ini adalah satu-satunya cara anak saya bisa belajar berdiri sendiri, menjadi lebih dewasa daripada sebelumnya,” katanya, suaranya penuh emosi.

Menurut Dian, transformasi terlihat tidak hanya dari sikap Aditya, tetapi juga dari kesejahteraan fisiknya.

“Syukurlah, dia sedikit gemuk dan terlihat lebih bersih sekarang. Dahulu dia sulit untuk diberi makan – bahkan membuatnya makan dua kali sehari saja sudah besar tanggung jawabnya. Tetapi di sini, segalanya berjalan sesuai jadwal – makanan, aktivitas, sholat, dan belajar Quran. Saya sungguh bersyukur karena Sekolah Rakyat begitu banyak membantu kami,” jelasnya.

Bagi orang tua seperti Juwita dan Dian, Sekolah Rakyat bukan hanya sebuah program pendidikan. Ini merupakan tali hidup bagi keluarga kelas pekerja yang sudah lama berjuang untuk membiayai pendidikan yang layak untuk anak-anak mereka.

“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto – terutama karena sekarang pendidikan anak saya didukung sepenuhnya, mulai dari makanan hingga seragam hingga buku catatan. Sebagai orang tua dari latar belakang pendapatan menengah ke bawah, saya benar-benar menghargainya,” kata Juwita.

Dian juga tersentuh saat menyatakan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada Presiden atas penciptaan Sekolah Rakyat, dan atas kemungkinan anak saya berada di sini. Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah mengucapkan terima kasih. Saya berharap dia tetap sukses, tetap sehat, diberkahi dengan keberuntungan yang berlimpah, dan keluarganya selalu dalam keadaan baik. Seribu terima kasih buatnya,” katanya dengan tulus.

Bagi keluarga seperti mereka, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar. Ini adalah ruang harapan baru – di mana beban hidup sedikit lebih ringan, anak-anak tumbuh menjadi individu mandiri, dan masa depan terasa sedikit lebih pasti.

Source link