Prabowo: Europe Needs Our Commodities & Technology Exchange

by -266 Views

Presiden Joko Widodo diumumkan sebagai presiden Prabowo Subianto, mengumumkan terobosan dalam pembicaraan perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa yang berlangsung selama satu dekade, memastikan bahwa kedua belah pihak telah setuju untuk memasuki Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), yang efektif merupakan perjanjian perdagangan bebas.
Prabowo mengatakan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada hari Rabu (16 Juli) bahwa, “Saya berada di Brussels, dan di sana kami mencapai terobosan besar. Setelah 10 tahun negosiasi sengit, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya setuju untuk melangkah maju dengan yang disebut CEPA—Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif—yang pada dasarnya adalah Perjanjian Perdagangan Bebas.”
Dalam perjanjian tersebut, barang-barang Indonesia akan dapat masuk ke pasar Eropa tanpa tarif. Menurut Prabowo, kesepakatan tersebut mencerminkan hubungan yang saling menguntungkan: sementara Eropa membutuhkan komoditas dan akses pasar Indonesia, Indonesia akan mendapat manfaat dari kemajuan Eropa dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan investasi modal. “Produk kami akan masuk ke Eropa tanpa bea cukai. Ini adalah hubungan yang sangat simbiotik—mereka memiliki teknologi, ilmu pengetahuan, dan sumber daya keuangan yang sangat baik, sementara kami menawarkan mineral, komoditas, dan pasar yang berkembang,” jelasnya.
Selain menyelesaikan semua masalah yang tersisa dalam negosiasi CEPA yang terhenti selama satu dekade, Indonesia dan UE juga setuju pada sistem visa cascade—kebijakan yang bertujuan untuk memperlancar proses bagi warga Indonesia untuk mendapatkan visa multi-entri ke area Schengen.

Source link