Tuntutan Pengukuran Ulang Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA

by -47 Views

Keluarga Besar Osok Kabanolo Beraksi di TPA Sorong

Pada Senin (25/5/2026), Kota Sorong, Papua Barat Daya, diramaikan dengan aksi pemalangan yang dilakukan oleh Keluarga Besar Osok Kabanolo di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan penggunaan lahan di luar batas yang sudah disepakati sebelumnya.

Tuntutan Pengukuran Ulang dan Kesepakatan Tertulis

Dalam konferensi pers yang diadakan di lokasi TPA, perwakilan keluarga, Lewi Osok, menyampaikan bahwa tuntutan utama mereka adalah melakukan pengukuran ulang terhadap lahan TPA. Mereka meminta hal ini karena adanya indikasi overlap dengan wilayah adat milik keluarga Osok Kabanolo.

Lewi menekankan bahwa setelah berbagai upaya komunikasi dan penyampaian surat kepada Pemerintah Kota Sorong dan instansi terkait tidak membuahkan hasil, aksi pemalangan dianggap sebagai langkah terakhir untuk mendapatkan tanggapan serius.

Keluarga Osok Kabanolo memperjelas bahwa mereka hanya menginginkan pengukuran ulang dan kesepakatan tertulis agar persoalan ini dapat diselesaikan secara transparan dan menghindari konflik di kemudian hari. Mereka menegaskan bahwa tidak akan membuka palang sebelum ada kesepakatan resmi antara pemerintah dan keluarga adat.

Panggilan untuk Tindak Lanjut Konkret

Meskipun persoalan ini sudah dibahas sejak aksi pemalangan pertama pada Agustus tahun sebelumnya, hingga saat ini keluarga masih menunggu tindak lanjut konkret dari pemerintah terkait poin-poin tuntutan yang disampaikan. Upaya terus dilakukan melalui berbagai surat resmi dan koordinasi, namun tanggapan yang jelas masih belum diterima.

Keluarga Besar Osok Kabanolo berharap Pemerintah Kota Sorong dapat segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pengukuran ulang lahan TPA secara terbuka dan melibatkan pihak keluarga adat. Dengan demikian, konflik terkait penggunaan lahan dapat terselesaikan secara damai dan permanen.

Source link