Polres Pelabuhan Tanjungperak Lakukan Mitigasi Banjir Rob dengan Patroli Dialogis
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pelabuhan Tanjung Perak telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob. Menyikapi hal ini, Polres Pelabuhan Tanjungperak segera bergerak untuk melakukan mitigasi dengan cepat.
Dilakukan melalui patroli dialogis, petugas kepolisian memberikan imbauan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat pesisir Surabaya. Tujuannya adalah agar masyarakat tetap tenang namun tetap waspada menghadapi potensi banjir rob yang diprediksi berlangsung selama enam hari.
Patroli Dialogis untuk Kewaspadaan Masyarakat
Dari data BMKG Maritim Tanjung Perak, banjir pasang air laut ini dipicu oleh fenomena new moon yang akan menyebabkan pasang maksimum air laut selama enam hari mulai dari 16 hingga 21 Mei 2026. Untuk itu, patroli dialogis dilakukan dengan intensitas tinggi di pemukiman warga pesisir Surabaya, seperti di kawasan Kampung Pesisir Kejawan Lor.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, menyampaikan bahwa personel lapangan telah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada nelayan dan warga pesisir. Hal ini penting agar masyarakat bisa mempersiapkan diri dengan baik dan mengurangi dampak negatif akibat banjir rob.
Persiapan Evakuasi dan Himbauan untuk Tetap Tenang
Suroto juga menegaskan bahwa Polres Pelabuhan Tanjungperak dan Polsek setempat telah menyiapkan jalur evakuasi jika banjir rob terjadi. Jalur evakuasi ini menjadi langkah antisipasi penting untuk menyelamatkan warga secara cepat dan efektif.
Selain itu, BMKG memperkirakan ketinggian air laut mencapai 120 hingga 160 cm di permukaan laut yang bisa menyebabkan genangan di daratan hingga 10 hingga 40 cm. Fenomena ini diperkirakan terjadi dari pagi hingga siang hari antara pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Wilayah Surabaya yang diprediksi terdampak meliputi Benowo, Pelabuhan Tanjungperak, Kenjeran, dan pesisir timur. Selain Surabaya, wilayah lain di Jawa Timur, seperti Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi juga berpotensi mengalami banjir rob.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memantau perkembangan cuaca serta informasi resmi dari BMKG dan petugas kepolisian setempat. Patroli akan terus dilakukan oleh Polres Pelabuhan Tanjungperak dan Polsek untuk memastikan situasi tetap kondusif selama periode peringatan dini berlaku.





