Sorong: Workshop Mekanisme Pengamanan Laut KKKS Papua dan Maluku Ditutup
Pelaksanaan Workshop Mekanisme Pengamanan Laut pada Wilayah Kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Papua dan Maluku yang diselenggarakan oleh SKK Migas Perwakilan Papua dan Maluku telah berlangsung selama dua hari. Workshop ini akhirnya ditutup dengan kegiatan penandatanganan Risalah Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Kodaeral XIV Kolonel Marinir Rio Sukanto, M. Tr. Hanla. Acara tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon pada tanggal 13 Mei 2026.
Kehadiran Pejabat Terkait
Workshop tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat seperti Asops Dankodaeral XIV, Kolonel Laut (P) Himawan, MMSMC, Aster Dankodaeral XIV, Kolonel Laut (P) Sri Rakhmadi, M.Tr.Hanla, Dansathantai, Danden Intel, Ir Opslat Kodaeral XIV, Komandan KRI Bawal-875, dan Komandan Lanal Fak Fak. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari Kodaeral IX Ambon.
Meningkatkan Koordinasi Pengamanan Laut
Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta sinkronisasi mekanisme pengamanan laut terhadap wilayah operasi KKKS sektor migas di Papua dan Maluku. Workshop ini juga dihadiri oleh unsur TNI AL, SKK Migas, instansi pemerintah terkait, dan para pemangku kepentingan di bidang pengamanan laut dan industri migas offshore.
Salah satu pembahasan utama pada hari kedua workshop adalah mekanisme pengamanan wilayah operasi migas offshore di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Selain itu, juga dibahas tentang pentingnya peningkatan pengawasan terhadap jalur pelayaran strategis serta aktivitas kapal asing di sekitar wilayah operasi KKKS. Langkah-langkah ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas keamanan laut dan kelancaran operasional sektor energi nasional.
Melalui sinergi antara SKK Migas, TNI AL, dan berbagai pihak terkait, diharapkan keamanan wilayah operasi migas offshore dapat terjaga dengan baik demi mendukung ketahanan energi nasional serta stabilitas keamanan laut di kawasan timur Indonesia.
Selain pihak TNI AL, workshop juga dihadiri oleh perwakilan dari SKK Migas, stakeholder maritim, instansi pemerintah terkait, dan KKKS wilayah Papua dan Maluku seperti BP Indonesia, Genting Oil Kasuri Ltd, Petronas E dan P Bobara Sdn. Bhd, EnQuest Petroleum, (RH) Petrogas Ltd, Inpex Masela, serta sejumlah perusahaan migas lainnya yang beroperasi di kawasan Papua dan Maluku.





