Kampus: SPPG Sebagai Penggerak Ekosistem Gizi dan Ekonomi Lokal

by -59 Views

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Perguruan Tinggi Bangun Ekosistem Terintegrasi

Makassar – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak di sektor kesehatan, tetapi juga membawa perubahan positif dalam pendidikan dan ekonomi produktif. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini melibatkan perguruan tinggi hingga petani dalam ekosistem terintegrasi.

Perguruan Tinggi Sebagai Pusat Pembelajaran Berbasis Praktik

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam kesuksesan program ini. Kampus didorong untuk membangun dan mengelola SPPG sendiri serta menjadikannya pusat pembelajaran berbasis praktik. Menurut Dadan, kampus perlu memahami peluang ini dan minimal memiliki satu SPPG yang pasokannya berasal dari civitas akademika.

Selain sebagai penyedia makanan bergizi, SPPG juga menjadi simpul ekonomi yang memerlukan dukungan produksi pangan dalam jumlah besar.

Integrasi Perguruan Tinggi dengan Praktik Lapangan

Kebutuhan besar SPPG membuka peluang bagi kampus untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik lapangan. Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian, peternakan, dan distribusi pangan sebagai bagian dari pembelajaran.

Dadan menegaskan bahwa SPPG dapat menjadi laboratorium hidup bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan inovasi di berbagai bidang. Integrasi ini juga mendorong kolaborasi antara kampus, petani, peternak, dan pelaku UMKM dalam sistem yang saling menguatkan.

Program MBG tidak hanya menciptakan permintaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi lokal. SPPG menjadi offtaker terdepan bagi produk lokal, menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional
(Red)

Source link