Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona V Jawa Timur–Bali menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk tanggapan terhadap berbagai peristiwa yang dianggap melanggar keadilan publik. Sebanyak 1.000 massa dari kampus-kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Timur dan Bali turut serta dalam aksi ini dengan tuntutan utama terkait penegakan hukum yang adil dan transparan.
Aksi tersebut digerakkan sebagai respons terhadap sejumlah kasus serius yang menunjukkan adanya pola kekerasan dan kelalaian aparat terhadap warga sipil, seperti penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, kematian seorang ibu di Kalideres akibat iring-iringan kendaraan militer, dan kasus peluru nyasar di Gresik yang melukai seorang siswa SMP. Dalam aksi tersebut, BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali menyampaikan 25 tuntutan kepada DPRD Provinsi Jawa Timur, termasuk menuntut pengungkapan identitas pelaku, penegakan hukum secara transparan, dan reformasi sistem peradilan militer.
Mahasiswa menegaskan bahwa impunitas tidak boleh lagi dibiarkan dalam sistem hukum Indonesia dan akan terus berdiri sebagai penjaga nilai-nilai keadilan dan demokrasi. Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan, dan BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali akan terus mengawal perkembangan kasus-kasus tersebut hingga ada kepastian hukum yang adil. Aksi ini menjelaskan komitmen BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali sebagai kekuatan moral dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Indonesia.





