Ford telah menemukan pasar yang menjanjikan untuk kendaraan listrik baru mereka di Cina dengan peluncuran Bronco New Energy. Sebagai bagian dari strategi untuk bersaing dengan para pemain besar di industri EV China seperti BYD, Nio, dan Jetour, Ford telah merilis versi SUV listrik dari salah satu model terpopuler mereka secara eksklusif di Cina.
Dibuat dalam kerjasama dengan mitra usaha patungan Ford di Cina, Bronco New Energy menawarkan opsi sebagai SUV listrik konvensional atau model jarak jauh dengan generator gas. Meskipun Ford berencana untuk meluncurkan versi EREV dari F-150 Lightning di masa depan, Bronco ini menandai langkah awal mereka untuk menembus pasar yang berkembang pesat di Cina.
Meski komponen mekanisnya sebagian besar berasal dari JMC, mitra usaha patungan Ford di Cina, Bronco New Energy tetap mempertahankan ciri khas Ford dengan tenaga dari mesin empat silinder turbocharged dan motor listrik roda ganda. Dalam pengujian awal oleh Telescope, mobil tersebut mendapat pujian atas fitur-fitur ergonomisnya dan opsi atap yang inovatif.
Meskipun ada beberapa kritik terhadap performa Bronco EREV dalam kondisi tertentu, overall, mobil ini dianggap sebagai langkah yang positif oleh Ford untuk merangkul trend mobil listrik di Cina. Meskipun belum jelas apakah Bronco EREV akan dirilis di pasar lain di luar Cina, langkah Ford untuk memperkenalkan produk EV yang sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal adalah langkah yang tepat.
Dengan demikian, Bronco New Energy menunjukkan komitmen Ford dalam bereksperimen dengan pasar yang berbeda dan mencoba sesuatu yang baru. Meskipun ada kekacauan sebelumnya dalam rencana mobil listrik global, langkah ini menunjukkan upaya Ford untuk tetap berada di garis depan dalam industri mobil listrik yang berkembang pesat. Oleh Telegraf, dilengkapi oleh Kevin Williams.





