Sebuah kemitraan yang tampak sempurna antara Volvo dan Luminar kini mengalami kemunduran. Volvo yang sebelumnya telah berkomitmen untuk menggunakan teknologi sensor berbasis laser dari Luminar sebagai standar pada SUV listrik EX90 dan sedan ES90-nya kini memutuskan hubungan dengan perusahaan rintisan tersebut. Volvo mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil karena terbatasnya pasokan perangkat keras lidar. Luminar sebagai perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan merasa kesal dengan keputusan tersebut, mengingat Volvo adalah pelanggan terbesarnya. Luminar bahkan menghadapi ancaman kebangkrutan dan telah melakukan pemutusan hubungan dengan sebagian karyawannya serta mencari pembeli. Situasi ini semakin rumit dengan mundurnya pendiri Luminar, Austin Russell, dan CFO-nya Thomas Fennimore, serta laporan keuangan yang menunjukkan kerugian yang signifikan. Perjalanan yang sulit bagi Luminar ini semakin terbuka dengan mundurnya Volvo, yang dapat berdampak pada bisnis saudaranya, Polestar. Semua hal ini menegaskan bahwa tantangan di dunia bisnis selalu menjadi dinamika yang tidak terduga.
Volvo Memperluas Inovasi dengan Lidar untuk Mobilnya





