Minggu, 28 September 2025 – 00:02 WIB
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030, Muhamad Mardiono, berencana untuk melaporkan pihak yang terlibat dalam keributan yang terjadi pada Muktamar X PPP. Insiden tersebut terjadi setelah Mardiono memberikan pidato sambutannya. Mardiono menegaskan bahwa tindakan tersebut akan diproses secara hukum karena hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang konstitusional.
Di sisi lain, Mardiono mengekspresikan kekecewaannya terhadap keributan tersebut. Ia merasa prihatin karena insiden tersebut menimbulkan korban, bahkan beberapa kader harus dirawat di rumah sakit karena cedera yang dialami. Pimpinan Sidang Muktamar X PPP juga memutuskan untuk mempercepat proses pemilihan ketua umum sebagai respons atas kericuhan yang terjadi.
Rusli Effendi, Wakil Ketua Umum DPP PPP, juga merespons insiden ini dengan mengajak semua peserta untuk menjaga ketertiban dan bersikap sesuai dengan ajaran agama Islam selama pelaksanaan Muktamar X. Ia menekankan pentingnya kesantunan dan penahanan diri dalam menghadapi perbedaan pendapat, serta menekankan bahwa partai Islam seharusnya tidak terlibat dalam perkelahian dan keributan.
Semua keterlibatan dalam keributan ini sangat disesalkan karena tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi, kesopanan, dan ketaatan terhadap ajaran agama yang seharusnya dijunjung tinggi, terutama dalam forum politik seperti Muktamar X PPP di Ancol, Jakarta.





