Bentley Bertahan dengan Mesin Bensin di Era EV Mewah

by -136 Views

Bentley adalah produsen mobil pertama yang dengan antusias mengumumkan rencana untuk menggunakan mobil listrik. Dalam lima tahun terakhir, Crewe berkomitmen untuk menghilangkan mobil bermesin pembakaran pada akhir dekade ini. Namun, target tersebut terpaksa diundur beberapa kali. Mantan CEO Adrian Hallmark mengungkapkan bahwa perusahaan akan tetap menjual mobil hibrida plug-in setelah tahun 2030. Namun, permintaan untuk mobil listrik kelas atas ternyata belum sesuai dengan perkiraan awal perusahaan.

Meskipun Bentley telah merencanakan portofolio khusus EV akan tiba pada tahun 2033, target tersebut kembali ditunda oleh CEO baru, Frank-Steffen Walliser, kali ini hingga tahun 2035. Hal ini terjadi karena penurunan permintaan untuk kendaraan listrik mewah di pasar yang berbeda dari yang diharapkan. Merek-merek Grup Volkswagen, seperti Porsche dan Audi, juga terpaksa bertahan dengan mesin pembakaran lebih lama dari yang direncanakan.

Konsekuensinya, mobil-mobil ikonik Bentley seperti Continental GT, Flying Spur, dan Bentayga akan tetap menggunakan drivetrain berbahan bakar gas. Bentley mulai memperkenalkan model listrik pertamanya, awalnya dijadwalkan untuk tahun 2025, yang kemudian tertunda selama satu tahun. Lamborghini, merek lain dari VW Group, juga menghadapi tantangan yang serupa dengan penundaan peluncuran mobil listrik pertamanya.

Keterlibatan Uni Eropa dalam rencana larangan penjualan mobil ICE baru mulai tahun 2035 memberikan tekanan tambahan bagi produsen mobil untuk beralih ke kendaraan listrik. Kendati demikian, ada harapan bahwa diperbolehkannya PHEV setelah batas waktu tersebut bisa memperbaiki situasi. Kemunduran dan penundaan ini menjadi cerminan dari bagaimana pasar automotif telah memunculkan tantangan yang tidak terduga bagi merek-merek mewah di dekade ini.

Source link