Partai Golkar menawarkan tiga opsi sistem pemilu kepada Presiden Prabowo Subianto, yaitu sistem terbuka, tertutup, dan campuran. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk menyempurnakan sistem politik dan demokrasi di Indonesia. Golkar telah membentuk tim kajian politik yang fokus pada penyempurnaan sistem pemilu yang dinilai masih memiliki kelemahan. Doli menegaskan bahwa dalam dua dekade reformasi terakhir, sistem politik demokrasi di Indonesia terbukti belum mampu mencapai tujuan negara dengan baik. Oleh karena itu, perubahan dan penyempurnaan sistem demokrasi dianggap perlu untuk mempercepat pencapaian cita-cita negara. Selain itu, Golkar juga mengajukan dua opsi terkait sistem pemilihan kepala daerah, yaitu asimetris dan kombinasi sistem langsung dengan DPR. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, juga melakukan kunjungan ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Semua upaya ini dilakukan dengan harapan agar sistem politik dan demokrasi di Indonesia dapat berjalan secara lebih substansial sesuai dengan tujuan negara.
Golkar Tawarkan 3 Alternatif Sistem Pemilu kepada Prabowo: Terbuka, Tertutup, atau Hybrid





