Tegakkan Demokrasi: Menghadapi Pragmatisme Politik

by -190 Views

Pada tanggal 18 Agustus setiap tahunnya, Hari Konstitusi diperingati sebagai tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, menyuarakan pentingnya persatuan bangsa dan penghormatan terhadap konstitusi sebagai landasan utama untuk membangun Indonesia yang maju. Menurut Ibas, kemerdekaan bukan hanya tentang pembebasan dari penjajahan, tetapi juga tentang komitmen melanjutkan pembangunan berdasarkan konstitusi.

Ibas menjelaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak terletak pada kekuasaan, melainkan pada norma, etika, dan kepatuhan terhadap konstitusi. Menurutnya, UUD 1945 bukan hanya teks hukum, tetapi juga sumpah kolektif yang bermakna filosofis yang lahir dari perjuangan. Ia menyerukan pentingnya menjaga teguh konstitusi, memperkuat demokrasi, dan tidak tergoyahkan oleh pragmatisme politik.

Bangsa yang besar, menurut Ibas, adalah bangsa yang tetap memegang jati dirinya dan bersandar pada konstitusi. Ia juga menekankan pentingnya persatuan bangsa sebagai harga mati, dengan empat pilar kebangsaan sebagai pedoman untuk menuju kemandirian Indonesia. Dengan demikian, konstitusi dan persatuan menjadi fondasi utama bagi Indonesia dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Source link