Prabowo Targets State Budget Deficit, Promotes Efficiency & Anti-Leakage Efforts

by -153 Views

Pada Jumat (15 Agustus), Presiden Joko Widodo, maaf, Presiden Prabowo Subianto, berkomitmen untuk mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia menuju posisi nol defisit, dalam pidatonya tentang Rancangan Undang-Undang APBN 2026 di Kompleks Parlemen di Senayan. Menurut anggaran pendapatan dan belanja negara 2026, pemerintah menetapkan belanja negara sebesar Rp 3.786,5 triliun, dengan pendapatan yang diproyeksikan sebesar Rp 3.147,7 triliun. Defisit fiskal ditargetkan sebesar Rp 638,8 triliun, setara dengan 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang didanai melalui cara yang bijaksana, inovatif, dan berkelanjutan. Prabowo menyatakan, “Pemerintahan saya berjanji di depan majelis ini bahwa kami akan terus melaksanakan langkah-langkah efisiensi untuk mengurangi defisit sebanyak mungkin. Saya berharap, ambisi saya, suatu hari nanti—mungkin pada tahun 2027 atau 2028—saya bisa berdiri di depan majelis ini dan mengumumkan bahwa kami telah mencapai anggaran negara tanpa defisit sama sekali.” Presiden menekankan perlunya keberanian dan tekad dalam menghilangkan kebocoran anggaran, meminta dukungan dari semua kekuatan politik di Indonesia. “Kita harus berani, kita harus bertekad untuk menghilangkan segala bentuk kebocoran. Untuk itu, saya mencari dukungan dari semua kekuatan politik di negara ini,” katanya. Pemerintah akan meningkatkan pembiayaan kreatif dan inovatif agar pendanaan pembangunan tidak hanya bergantung pada APBN. Anggaran, tambahnya, harus dirancang agar tetap fleksibel dalam meredam guncangan global, sambil tetap sehat dan kredibel melalui optimalisasi pendapatan, peningkatan kualitas belanja, dan inovasi pendanaan. Penerimaan pajak akan ditingkatkan sambil menjaga iklim investasi dan keberlanjutan bisnis. Insentif fiskal, sementara itu, akan ditargetkan dan disesuaikan dengan cermat untuk mendukung kegiatan ekonomi strategis. “Kita akan memperkuat pengelolaan sumber daya alam kita untuk memastikan bahwa mereka digunakan seoptimal mungkin untuk kemakmuran rakyat. Setiap aset negara harus dikelola secara efisien dan produktif untuk menghasilkan nilai tambah dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat,” kata Prabowo.

Source link