Prabowo unveils record-breaking Rp 757.8 Trillion education budget for 2026

by -177 Views

Di dalam pidato Pengantar Nota Keuangan Anggaran Negara Tahun 2026 di sesi rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung Parlemen di Senayan, Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen kuat pemerintahannya terhadap pendidikan generasi muda bangsa. Prabowo mengumumkan bahwa anggaran negara 2026—draft anggaran pertamanya sejak menjabat bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka—akan mengalokasikan Rp 757,8 triliun (sekitar USD 47 miliar) untuk pendidikan, jumlah terbesar sepanjang sejarah bangsa ini.

“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. Ini juga merupakan instrumen kunci dalam memberantas kemiskinan. Pemerintah akan menjunjung mandat konstitusi untuk mengalokasikan 20% dari anggaran negara untuk pendidikan—sekitar Rp 757,8 triliun pada tahun 2026, jumlah terbesar dalam sejarah Republik,” ujar Prabowo.

Beliau menekankan pentingnya memastikan dana pendidikan digunakan secara efektif, dengan prioritas termasuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru, memperkuat pelatihan vokasional, dan menyelaraskan kurikulum dengan tuntutan pasar kerja.

“Pendanaan pendidikan harus ditargetkan dengan baik. Kami akan meningkatkan kualitas guru, memperkuat pendidikan vokasional, dan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja,” tandasnya.

Dalam rincian alokasi, Prabowo mencatat bahwa anggaran pendidikan 2026 akan membiayai Program Indonesia Pintar untuk 21,1 juta siswa, beasiswa Kartu Indonesia Pintar untuk 1,2 juta mahasiswa, dan Rp 150,1 triliun untuk peningkatan fasilitas sekolah dan kampus.

“Gaji untuk guru dan dosen akan mencapai Rp 178,7 triliun, dengan alokasi yang cukup untuk tunjangan profesional bagi guru honorer dan guru PNS daerah,” terangnya.

Presiden juga berjanji untuk memperkuat Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak tidak mampu.

“Sekolah-soklah ini adalah jembatan harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Kami akan mendorong LPDP [Lembaga Pengelola Dana Pendidikan] untuk memberikan beasiswa dalam skala yang lebih besar di beberapa universitas terbaik dunia,” katanya.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan LPDP memberikan beasiswa kepada 4.000 mahasiswa.

“Pada 2026, LPDP diharapkan memberikan beasiswa kepada 4.000 mahasiswa sebagai bagian dari misi kami untuk membina generasi yang cerdas, inovatif, produktif, dan siap bersaing di panggung global,” ujar Prabowo.

Beliau menutup pidatonya dengan menekankan urgensi meningkatkan kemampuan Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).

“Kita harus mengejar ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika,” pungkasnya.

Source link