Building a Healthy Future: CKG School Program for Kids

by -228 Views

Pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKG Sekolah) pada hari Senin, 4 Agustus 2025, untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dini langsung ke sekolah guna mendeteksi masalah kesehatan potensial pada siswa sesegera mungkin—memastikan intervensi yang cepat dan efektif. “Hari ini, pemerintah dengan proaktif datang ke sekolah—SD, SMP, dan SMA—untuk memeriksa kesehatan anak-anak kita. Deteksi dini penyakit potensial dapat mencegah bahaya di masa depan dan memungkinkan pengobatan tepat waktu,” kata Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), saat mengunjungi SMA 6 Tangerang Selatan pada hari Senin (4/8).

Program ini mencakup semua tingkatan sekolah, mulai dari SD hingga SMA. Di SMA 6 Tangerang Selatan, sebanyak 1.225 siswa menerima pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk penilaian status gizi, kadar gula darah, hemoglobin (Hb), penglihatan, pendengaran, dan kesehatan gigi. Sebanyak 13 tenaga kesehatan—termasuk dokter, perawat, dokter gigi, dan ahli gizi—dari Puskesmas Pamulang ditugaskan untuk melaksanakan program ini.

Hasan menjelaskan bahwa program CKG berbasis sekolah tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan secara dini tetapi juga bertujuan untuk mempromosikan kebiasaan hidup sehat melalui pendidikan yang berkelanjutan. Misalnya, siswa diajari cara menyikat gigi dan membersihkan telinga dengan benar. “Mereka juga belajar bagaimana menjaga pola makan seimbang dan tetap fit secara fisik—sehingga pada akhirnya, kunjungan ke fasilitas kesehatan tidak hanya terjadi ketika mereka sakit, tetapi bahkan ketika mereka sehat,” kata Hasan.

Perubahan pola pikir ini, lanjutnya, seharusnya meluas bukan hanya di sekolah tetapi juga ke masyarakat umum. “Masyarakat seharusnya mengunjungi puskesmas ketika mereka masih sehat, sehingga mereka dapat memahami risiko kesehatan mereka, mengadopsi gaya hidup yang lebih baik, dan merangkul budaya perawatan preventif,” tambahnya. “Dengan begitu, penyakit berbahaya dapat diminimalkan—bahkan dieliminasi sepenuhnya—membantu kita semua menjalani kehidupan yang lebih sehat.”

Asnawi Abdullah, Kepala Badan Kebijakan Pengembangan Kesehatan di Kementerian Kesehatan, menegaskan bahwa CKG di sekolah bertujuan untuk membangun dasar perilaku sehat sejak usia dini. “Kami percaya bahwa sekolah adalah pintu gerbang untuk menumbuhkan budaya kesehatan, dan kita harus memulai dari sana,” tegasnya.

Menurut Asnawi, lebih mudah menanamkan kebiasaan hidup sehat pada siswa daripada mengubah perilaku orang dewasa. “Ambil contoh merokok—meminta orang dewasa untuk berhenti sangat sulit. Namun mengajari anak sekolah untuk menghindari merokok jauh lebih efektif,” katanya.

Ia berharap kebiasaan hidup sehat yang ditanamkan pada siswa hari ini akan terbawa hingga dewasa. “Itulah mengapa kami melihat sekolah sebagai titik awal ideal untuk membangun budaya nasional yang lebih sehat,” tekan Asnawi.

Sementara itu, Aryo Gustian Wisesa, seorang siswa kelas sepuluh di SMA 6 Tangerang Selatan dan salah satu peserta program, mengatakan dia senang ikut serta dalam pemeriksaan kesehatan. “Saya sedikit gugup saat tes darah, tetapi setelah itu, semuanya berjalan lancar,” katanya sambil tersenyum.

Source link