Audi mengalami penurunan penjualan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, kehadiran model-model baru seperti Q3, Q5, A5, dan A6 dianggap dapat membalikkan situasi dan menarik minat pembeli dari pesaingnya, BMW dan Mercedes. CEO Audi, Gernot Döllner, mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Namun, ia optimis bahwa perusahaan sudah mulai bergerak ke arah yang benar setelah periode sulit yang dihadapi.
Dalam sebuah wawancara, Döllner menyatakan bahwa Audi akan memperkenalkan sebuah mobil konsep yang dianggap sebagai “pembangun identitas” perusahaan. Mobil ini diperkirakan akan menciptakan dampak yang signifikan seperti kesuksesan Tourist Trophy (TT) di masa lalu. Meskipun demikian, mobil ini bukanlah generasi berikutnya dari TT atau R8, melainkan merupakan sesuatu yang berbeda dengan desain dan teknologi yang segar.
Selain itu, Audi juga sedang bertransisi menuju mobil listrik, meskipun perusahaan tetap mengakui kepentingan mesin pembakaran di masa depan. Rencananya, mobil konsep ini akan diungkapkan secara resmi pada bulan September di IAA Mobility Show di Munich. Konsep mobil ini diharapkan mewakili “Audi baru” dengan inovasi desain, teknologi canggih, dan performa yang lebih baik.
Meski Audi mengalami tantangan dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tetap berkomitmen untuk memperbaiki kualitas produknya. Dengan adanya kemitraan dengan produsen mobil Cina dalam merk AUDI yang baru didirikan, Audi berusaha untuk memasuki pasar mobil listrik secara eksklusif di China. Meskipun terdapat pandangan skeptis terhadap masa depan Audi, langkah-langkah ini diharapkan dapat membawa perusahaan kembali ke jalur yang benar dalam industri otomotif.





