Hidrogen sebagai bahan bakar untuk kendaraan listrik telah lama menjadi topik perdebatan. Beberapa produsen mobil, seperti Stellantis, masih meyakini bahwa masa depan kendaraan berbahan bakar hidrogen masih terbuka lebar. Namun, upaya untuk mengembangkan teknologi ini tidaklah mudah. Stellantis, produsen mobil terkemuka, telah menghentikan program pengembangan hidrogen dan rencana peluncuran mobil bertenaga hidrogen mereka. Meskipun begitu, Toyota tetap komit pada penggunaan hidrogen dalam jangka panjang, sementara Hyundai juga terus meluncurkan kendaraan berbahan bakar hidrogen seperti crossover Nexo.
Honda juga ikut berpartisipasi dengan merencanakan produksi massal modul sel bahan bakar generasi berikutnya starting tahun 2027. Namun, Volkswagen berpendapat bahwa teknologi ini tidak layak untuk mobil penumpang dalam waktu dekat. Merek lain seperti Renault, Alpine, bahkan memiliki cita-cita untuk menghadirkan supercar bertenaga hidrogen. Meskipun ada perkembangan teknologi yang menjanjikan, infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen yang kurang sesuai menjadi tantangan besar dalam mengimplementasikan teknologi ini. Sehingga, eksplorasi lebih lanjut dan kerjasama antara produsen mobil, pemerintah, dan sektor swasta mungkin diperlukan untuk memajukan penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di masa depan.





