Presiden Prabowo Mendukung Koperasi Desa Merah Putih untuk Hapus Perantara dan Rentenir

by -158 Views

Pada 21 Juli 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa peluncuran 800.081 Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk menghapus praktik eksploitatif pengusaha tengkulak dan rentenir yang selama ini merugikan petani di daerah pedesaan. Dalam acara peresmian resmi Program Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Presiden Prabowo mengingat bahwa ia telah mengamati masalah-masalah kronis ini sejak menjabat sebagai Ketua Asosiasi Keselarasan Petani Indonesia (HKTI) pada tahun 2004.

Salah satu masalah yang paling persisten yang dihadapi petani, katanya, adalah kurangnya truk dan fasilitas penyimpanan yang memadai setelah panen, yang mengakibatkan kerugian pascapanen yang signifikan. Selain logistik, Presiden Prabowo juga menyoroti isu pupuk subsidi yang sering tidak sampai ke petani karena birokrasi yang berlebihan.

“Rintangannya banyak. Pupuk yang disubsidi negara – melalui anggaran negara – langka dan tidak sampai ke petani. Ada 145 regulasi, membutuhkan lebih dari sepuluh tanda tangan hanya untuk mendapatkan pupuk dari pabrik ke petani,” tegasnya. Presiden Prabowo juga menyoroti eksploitasi sistematis petani oleh pengusaha tengkulak, yang memanipulasi harga ketika petani sangat membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Dengan akses yang terbatas ke kredit formal, banyak petani terpaksa meminjam dari rentenir yang mengenakan tingkat bunga harian yang sangat tinggi.

Dalam situasi ini, Presiden menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih adalah langkah transformasional untuk memutus siklus eksploitasi yang telah bertahan selama beberapa generasi. “Mengetahui bahwa petani berjuang dengan uang, hasil panen mereka sering dibeli terlebih dahulu dengan harga rendah bahkan sebelum panen. Ini telah berlangsung selama berabad-abad – bukan hanya beberapa dekade, tetapi ratusan tahun. Kami harus memutus siklus ini, dan kita akan melakukannya melalui tindakan tegas dan berani. Kita adalah bangsa besar. Kita harus berpikir besar dan bertindak berani,” katanya.

Source link