Nissan baru-baru ini mengumumkan rencana pemulihan “Re:Nissan” yang mencakup pengurangan jumlah lokasi produksi dari 17 menjadi 10. Salah satu pabrik yang akan ditutup adalah Pabrik Oppama, yang berlokasi di distrik Oppama. CEO baru Nissan, Ivan Espinosa, menggambarkan keputusan untuk menutup pabrik ini sebagai langkah yang sulit namun mendesak. Pabrik ini direncanakan akan ditutup setelah tahun fiskal Jepang 2027, yang berakhir pada bulan Maret 2028. Produksi model saat ini dan kendaraan masa depan yang sebelumnya direncanakan untuk Oppama akan dipindahkan ke lokasi Kyushu.
Meskipun penutupan ini akan mempengaruhi sekitar 2.400 karyawan, ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas Nissan untuk mengurangi tenaga kerja global sebanyak 20.000 orang pada akhir tahun fiskal 2027. Selain penutupan pabrik, perusahaan juga berencana untuk mengurangi operasi penelitian dan pengembangannya dengan mengurangi jumlah platform kendaraan dari 13 menjadi 7 serta mengurangi kompleksitas suku cadang hingga 70%. Langkah-langkah ini diambil untuk mengurangi kapasitas produksi global Nissan dari 3,5 juta menjadi 2,5 juta unit.
Meskipun penutupan Pabrik Oppama akan berdampak pada karyawan dan kegiatan manufaktur, tetapi fasilitas lain seperti pusat penelitian, fasilitas uji tabrak, tempat uji coba, dan dermaga akan tetap beroperasi. Nissan saat ini sedang mengevaluasi berbagai pilihan untuk masa depan situs Oppama di Jepang. CEO Nissan mengakui kesulitan di balik keputusan ini, terutama karena pabrik telah beroperasi selama lebih dari enam dekade dan telah memproduksi jutaan kendaraan selama periode ini. Ini juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi biaya operasional secara keseluruhan.





